Senin, 19 Maret 2012

Banyak hal yang terjadi hari ini


Oke, hari ini UTS psikologi sosial dan statistik. Ahh… aku tak bisa mengerjakannya, terutama statistik L
Yaa Allah, semoga Engkau memberikan keajaiban pada hambaMu ini dan juga teman-teman… Aamiin
Setelah itu merefresh diri ke TP dengan kencan bersama Naili, tapi Valin gak bisa ikut -_____-
Setelah sholat di TP, kita makan karena lapar. Namun kami hanya membeli satu porsi sushi roll tanpa minum dan dimakan berdua. Hahaha begitu hematnya --“ tapi cukup kenyang kok…
Lalu kami berputar-putar mencari tempat photo box di lantai 5, ahirnya ketemu. Karena harga yang tak sesuai dengan kantong, jadi kami mencoba mencari yang lebih murah. Mungkin di LG TP ada yang lebuh murah. Dan ternyata benar, jika di lantai 5 tadi sepaket 75rb, maka di LG ini hanya 35rb dengan fasilitas yang sama tapi mungkin beda kualitas J
Sayangnya, pekerjanya sedang istirahat. Jadi kami menunggu di tempat duduk yang sangat luas (sebenarnya itu panggung namun sedang nganggur. Hehehe). Dengan sabar kami menanti kira-kira 10menit, kemudian aku menemkan pemandangan yang ganjil. Aku melihat seorang laki-laki berdiri dibawah escalator. Lalu aku mengatakan hal tersebut pada Naili, dan ternyata Naili juga sudah melihatnya sebelumnya. kami merasa sesuatu yang dilakukan orang tersebut tidak wajar, entahlah pikiran apa saja yang melintas dalam benak kami hingga ahirnya kami memutuskan untuk meninggalkan tempat itu.
Kami menuju lantai 5 lalu menuju mushola untuk menunaikan sholat  magrib. Setelah sholat, kami membeli donat yang harganya cukup murah dan ternyata rasanya cukup enak. Hehehe
Tujuan kami selanjutnya adalah kembali ke LG untuk photo box dan berharap orang aneh tadi sudah menghilang. Dan ternyata, orang itu masih ada di tempat yang sama dan mungkin dengan pose yang sama. Yaa Allah, sungguh takut. Namun kami pura-pura tidak mengamatinya. Kami antri untuk photo, lalu ingin memastikan orang itu lebih dekat. Ternyata, orang itu sudah tidak ada di tempat. Kami melihat ada satpam di dekat kami, mungkin saja orang itu takut pada pak satpam, atau mungkin orang itu menunggu seseorang atau yang lain. Namun stereotype yang kita berikan adalah orang tersebut aneh dan berniat jahat, “cling” mungkin saja dia teroris. Pakaiannya serba hitam, tas ranselnya juga berwarna hitam dan aku sekilas melihat dia mengeluarkan sesuatu berwarna hitam entah dari balik badannya, aku juga tidak jelas karena mata minus. Aku melihat sekelilingku juga lantai atas mungkin saja orang itu ingin melakukan sesuatu yang tidak baik pada kami atau orang di sekitar kami. Namun hasilnya nihil, kami tak dapat menemukan sosoknya. Entahlah sedang apa sebenarnya dia disana.
Kami photo di dalam box, hehehe dengan gaya yang entahlah sepertinya sangat mesra. #plak, andai sajaaaaa >.< eittsss kami bukan lesbi ataupun pasangannya :o kami hanya sepasang sahabat yang ingin selalu kompak :D
Finally, kaki udah pegel bin capek ahirnya kita pulang. Gak naik taksi karena ingin hemat, namun konsekuensinya adalah menyebrang di jalanan yang ramai empat kali untuk menunggu angkot. Naili slalu yang melindungungiku saat nyebrang karena aku penakut untuk itu. Hehehe
Gerimis datang dan kami seperti anak-anak yang kehilangan ibunya di pinggir jalan. Hahaha setelah cukup lama menunggu ahirnya angkot C datang juga. Ahirnyaaaaa :D
Di ujung karangmenjangan 1 kami menanti sebuah angkot #ceileee. Menunggu di tempat yang salah lebih tepatnya XD aku jalan menuju kos lalu Naili terus naik sampai dekat kosnya. Aku beli pulsa, kemudian ada seorang lelaki yang mungkin umurnya 35 tahun berbicara dengan bahasa Jawa yang aku lupa bunyinya namun intinya dia meminta bantuanku karena ban sepeda pancalnya bocor. Aku terus berjalan dengan berkata “maaf” yang berarti aku tidak bisa membantu. Sebenarnya aku bisa saja membantu, tapi karena trauma pada kejadian awal maba aku ditipu jadi aku melakukan tindakan itu. Orang itu mengatakan “Yaa Allah blablabla”. Dalam hati aku berkata, “maaf pak”. Setelah cukup jauh aku berjalan aku menoleh, orang itu pergi dengan naik sepedanya tanpa dikayuh, digerakkan dengan kakinya. Jika dipikir logis bahwa dia memang benar-benar membutuhkan bantuan, mengapa dia meminta bantuan pada seorang perempuan masalah seperti itu ? hanya satu hal yang pasti, dia butuh uang. Padahal di ujung jalan itu ada bengkel kecil kok. Lagian dia laki-laki, kenapa gak didorong saja sepedanya hingga ada bengkel atau orang yang benar-benar bisa membantunya…  Sungguh aku masih trauma, waktu itu ada lelaki yang bertanya tempat pom bensin kepadaku. Sepertinya dia kehabisan bensin, kemudian aku mengatakan bahwa aku tidak tahu. Dia bisa menebak bahwa aku kuliah di Unair dan masih maba. Betapa hebatnya dia. Lalu setelah ini itu, dia minta bantuan untuk membeli bensin karena tidak punya uang, rumahnya di Sidoarjo dan dia seorang guru. Dari tampangnya, dia bukan seorang guru. Dan meski meminta bantuan, dia mematok bantuan Rp 10.000 untuk  2 liter bensin dan dia berjanji akan mengganti uangku nanti tapi aku tidak mau. Namun tanpa berpikir panjang, aku memberikan. Dia berkata bahwa Tuhan yang akan membalas kebaikanku. Dalam situasi itu, aku tahu bahwa aku ditipu, tapi aku tak bisa lari dan hanya bisa memberikan apa yang dia mau. Untung hanya 10rb saja, aku takut dia melakukan hal buruk jika aku tidak memberikannya.
Lalu aku bercerita pada mbak kos tentang kejadian itu dan ternyata memang benar, bapak itu sudah sering menipu di daerah situ dan mbak kosku itu juga sudah pernah ditipu namun tidak berhasil. Ahh ngeri banget, baru beberapa hari di Surabaya udah disambut hal seperti itu. Aku gak cerita sama mama-papa ataupun keluarga di Jember. Aku takut membuat mereka takut dan khawatir. Aku hanya mengambil pelajaran berharga tentang itu.
Aku bercerita tentang lelaki di Tp tadi dan lelaki yang meminta bantuan tadi pada mbak kos. Setelah blablabla, mbak kos juga bercerita bahwa tadi di angkot dia diraba-raba oleh sopir angkotnya. Jadi awalnya angkot itu benar-benar sepi, dan menyuruh mbak kos duduk di depan. Kemudian ditanya, turun dimana mbak kos itu. Lalu sopir itu meraba-raba tas milik mbak itu. Mbak itu berpikir bahwa sopir itu ingin mencopetnya. Sopir itu membawanya ke daerah yang tidak semestinya dan mbak itu tidak mengenal daerah itu. Kemudian rabaan itu terus hingga ke paha mbak kos, dan mbak itu memukul-mukul tangan sopir itu, berkata kasar dan berteriak. Namun sopir itu tidak mau menurunkan mbak itu meski mbak kos memintanya untuk menurunkannya. Ahirnya dia diturukan di jalan, sepertinya sopir itu ketakutan.
Entahlah hari apa ini, kenap banyak terjadi hal-hal yang menakutkan. Tapi yang benar bukan hari apa ini, tapi seberapa luas kejahatan tersebar di sekitar kita terutama untuk kota yang cukup besar seperti Surabaya. Banyak ancaman yang sewaktu-waktu datang, bahkan ancaman itu bukan hanya berupa tindak kejahatan atau penyimpangan, tapi juga penyakit. Yang paling update, berita tentang tomcat yang menyerang Surabaya. Serangga beracun itu sudah menyebar di Surabaya dan dampaknya hebat sekali dengan memberikan rasa gatal hebat, kerusakan kulit yang berbahaya. Yaa Allah, ngeri sekali… lindungilah kami dari segala penyakit, kejahatan dan hal-hal buruk Yaa Allah… Aamiin…

Betapa romantisnya kami yaaa, sesuatu banget. hahaha 
Ehh tapi kami masih normal kok >.<



 Ini dia serangga beracun itu dan efeknya :( semoga daur hidupnya segera terhenti dimanapun. Aamiin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar