Kamis, 23 Februari 2012

Stasiun Gubeng

Saatnya balik ke Jember tercinta nih :D
Aku berangkat jam 2 sore dari kos, naek taksi ke Gubeng Lama. Blue bird membawaku meluncur, dikendalikan oleh Bapak Bambang yang cukup ramah. Tapi bayar taksi gak sesuai dengan argo seperti Blue Bird biasax >.<
Aku segera pesen tiket dan duduk di tempat tunggu sambil membaca novel "hafalan Shalat Delisa" di tengah riuhnya suara kereta dan orang-orang yang panik. Sekitar 30 menit aku membaca, kemudian aku melihat jam yang cukup panjang untuk menanti Logawa pukul 16.10, jaadi aku putuskan beli makan. Ahirnya makan gado-gado seharga Rp 6.000,00 dan es degan seharga Rp 3.000,00. Lalu aku kembali ke tempat duduk semula dan meneruskan membaca.
Sejak pertama aku duduk disitu, aku memperhatikan gerak-gerik orang-orang yang berlalu lalang maupun yang hanya duduk diam di ruang tunggu. Ada ibu-ibu tua yang matanya ditutup perban, mungkin baru saja mengalami kecelakaan dsb, dia duduk di lantai bersama satu ibu yang lain padahal kursi masih banyak yang kosong. Ada mas-mas yang bermandikan keringat duduk disebelahku, aku ingin memberinya tisue, namun dia segera bangkit dari tempat duduknya. Ada ibu muda yang gusar mengantri tiket karena tak ingin tertinggal kereta, dan ahirnya dia pun tertinggal. Entah bagaimana nasibnya kemudian. Lalu Ibu yang matanya ditutup perban itu duduk di sebelahku dan manawarkan es degan, namun aku menolak sambil tersenyum. Sesaat setelah itu, ibu tadi dan ibu yang lain ribut. Terdengar bahwa tas milik ibu yang berperban itu hilang, kemungkinan tertinggal di angkot. Dia sangat tenang, namun ibu yang satunya justru yang heboh bercerita begini-begitu, juga padaku yang hanya bisa tersenyum. Kemudian aku melanjutkan membaca, namun sudut mataku tertuju pada bapak yang menyapu di stasiun itu, aku tahu bahwa namanya adalah bapak "Basofi".
Banyak lagi yang aku amati disekitarku yang menjadi obyekku untuk tersenyum maupun belajar, hanya dengan melihat.

Rabu, 22 Februari 2012

Buku Mendreng

Masih jelas memori itu saat aku me-recallnya, yaitu ketika kita (anak XII IPA 3 SMADA angkatan 2011) menuliskan sifat-sifar teman sekelas bergantian dalam buku 'mendreng' saat pelajaran yang paling kami suka, yaitu Bahasa Indonesia. Pak Fuslianto sebagai kapten dalam pelajaran ini :D
Ingin tahu apa yang mereka katakan tentang aku ? Let's see...


Mutiara Ari Setyaningrum (Tom)
Ini adalah komentar dari teman sebangkuku sekaligus sahabatku sejak smp kelas 7. Mungkin dia yang paling mengerti aku itu seperti apa karena aku telah lama mengenalnya. Dia yang cukup bisa mengimbangiku karena kita hampir sama. Hehehe XD


Binta Rusidaya Dikara(Binta)
Anak yang selalu juara I di kelas, bahkan sejak dia kelas X. Anak yang kalem namun jarang kumpul karena tak boleh oleh bapaknya. Hmm


Dwi Cahyo (Yayok)
Cowok yang selalu jadi lakon autis dikelas, dia tinggi dan lumayan cakep (kalau diem). Namun tingkahnya yang selalu kocak membuat image cakepnya menjadi nomer sekian. Hahaha. Meski begitu, dia sebenarnya murid yang pandai :)


Dyah Radesya Purbaya (Rasya)
Gadis Banyuwangi yang cukup cantik namun sikapnya yang macho membuat dia terlihat cowok banget. Hohoho. Dengan gaya bicaranya yang belepotan juga.


Faruq Aveiro (Faruq)
Aku sudah mengenalnya sejak SMP. Dan dia tetap seperti itu, menjadi vokalis band yang cukup terkenal di sekolah. Namun sikapnya begitu menggelikan dengan gaya bahasanya yang ceplas ceplos :D


Siti Rukmi Jayanti (Mimin)
Cewek cantik dan pintar. Menyamaratakan cara bersikap kepada siapapun.


Ferdiansyah Putra (Cimol)
Si gembul yang satu ini dipanggil "cimol" karena badannya yang bulet. Hahaha


Ivan Dwiki Reyhansyah (Ivan)
Cowok yang sok cool menurutnku, tapi dia baek orangnya >.<


Hamida Nurmasetya (Hamida)
Anak pindahan dari Mojokerto yang medok, tapi dia manis dan menjadi musuhku dalam bercanda. Selalu saja kami ribut tapi dalam hal bercanda XD


Satriyo Hadi (Kenyot)
Si kulit legam anak alam yang memiliki rambut kriwul bin acak-acakan, gak niat sekolah, namun aku bangga dengan keberaninnya :)


Deni Ardiansyah (Deny)
Dia yang pendiam dan selalu tak bisa bersikap di depan umum (salah tingkah selalu), tapi dia cukup rajin untuk ukuran cowok dan hobinya adalah mengotak-atik mesin motor.

Kiki Nawan Mulasari (Kiki)
Dia yang biasanya menjadi keeper kelas, cukup tangkas menangkap bola dan memang dia anak voli. Hehehe

Mahaddiyah Rahmi (Didi)
Cewek kalem ini cukup pintar dan tutur katanya halus :))

Suci Rahmawati (Uchi)
Pecinta korea nih orang, cukup pendiam, gak kya aku. Hehehe


Devi Rawinka (Devi)
Gadis pindahan dari Sidoarjo pas kelas 2. Cewek yang terlalu kalem menururutku, hingga apa yang dia lakukan selalu lama bahkan cara bicaranya. Namun dia tak beringasan sepertiku XD


Agung Arya (Agung)
Pecinta alam yang satu ini juga cukup ngerecok di kelas. Pandai beralibi, namun sebenarnya dia memang pandai :D

Muhammad Nurul (momo)
Dia cukup dekat dengan semua cewek, tapi bukan berarti dia seperti cewek. Hahaha. Berat badanya cukup berubah waktu kelas 3 :D

Hanniek (Haniek)
Cara berlarinya lucu deh. Dia suka sama rambutku dan sering aku goda. Hihihi

Condro (Ndo)
Seniman di kelas mah nih orang, sekaligus pusat penganiayaan anak anak cowok di kelas. Masih kecil sih. Hahha


Margaretha Putri Rahmadani (Ethak)
Selalu jadi ekornya si Gyta dia ini. Teriakannya selalu memanggil sang kekasih. Lucu mereka ini. Hahaha XD


Arief Novianto Lot Gayo (Gayo)
Si kurus yang satu ini juga tukang ngerecok di kelas, seperti anak anak cowok yang laen. Ckckck


Ariska Cyntia (Unyil)
Cewek kecil ini lumayan gak niat sekolah #aku juga, tapi dia baek kok :D


Putera Kharisma Gita S (Gyta/Jablay)
Nyaris dikeluarkan pas kelas XII karena usilnya yang keterlaluan #bakar petasan, padahal jelas jelas gak boleh >.< 

Putu Cindy Pradnya Pratiwi (Pucind/Mamy)
Si mamy ini suka latah "ayam". Hahaha Dia baek kok :)

Saphiera Diella Variaty (Dea)
Aku paling inget cara dia ngomong sambil kasih body language di tangan. Hihihi

Ariyanti Dwi Kumalasari (Yanti)
Dia gampang lupa sama apa yang dia lakukan #sedikit pikunlah. Hehehe. Tapi dia ini pinter :D

Intan Dwi Sari (Mbemz)
Tembem yang satu ini rajin deh, gak kya aku. hohoho. Aremanita juga :)


Damar Cintasih Putri (Damar)
Aku juga paling inget gaya bicaranya yang rada judes, tapi sebenernya eggak n gerakan tangannya yang rada melambai itu XD

Fitriatus Shaleha (Pipit)
Dia ini speakernya DPRD deh, suaranya begitu bombastis. Apa lagi pas teriak. Hahaha. Cewek yang suka ceplas-ceplos nih.

Intan Ayu A (Senyum)
Si kecil yang cantik n gesit ini pinter nari, tapi pinter juga buat nangis. Hahaha


Sri Hastutik (Chie)
Dia yang paling kecil di kelas, tapi dia baek kok. Jadi bendahara yang cukup garang. hahaha

Fitania M (Fita)
Baik nih temen, cuma rada gmana gitu. Gak tau deh gimananya gimana >.<

Firman Firdani (Firboy)
Jadi salah satu obyek penindasan juga nih setelah si Ndo. Padahal dia baik kok. hahaha


Dita Pratiwi (Bajonk)
Dia kalo diem kelihatan judes n manyun gitu, padahal sih biasa aja katanya. Ckckck Dia baek kok :D

M. Arif Ma'azka (Azka)
Suaranya yang ngebas abis ini sungguh menggelikan. hihihi

Priyo Dwi Utomo (Iyok)
Sang ketua kelas ini pokoknya juga lakon kekacauan di kelas >.<



Nih, ada juga komentar-komentar dari temen-temen di luar kelas :D

Aqidatur Riska Puspitasari (Cha)
Si cantik ini udah nemenin aku dari SD. Dia baik banget sama aku, udah menemaniku mengukir kisah cukup lama :D

Sevira Oktavianingtyas (Ncip)
Si gopong yang satu ini multitalent sebenarnya, tapi dia pemalu. Lugu sekali dia XD

Selasa, 21 Februari 2012

Pengakuan Pengamen


Terngiang kembali lagu itu. Yah, sebuah lagu yang dinyanyikan oleh sekelompok pengamen saat dalam perjalanan menuju kebun teh sirah kencong, Blitar. Penataran lebih menyenangkan saat lagu iku dilantunkan dengan diiringi musik. Lirik lagu itu mudah di hafal menurutku, dan memang nadanya mudah ditirukan. Dengan segala rasa penasaranku, aku bertanya kepada mas yang mengiri lagu itu dengan gitar, "judul lagu ini apa mas ?". Ehh, si mas cuma ketawa aja. Tak sampai disitu rasa penasaranku, kemudian aku bertanya kepada mas restorasi yang sedang lewat sambil membawa makanan yang akan dijual, "mas tau gak judul lagunya ini apa ?". Aku berharap tak bertanya pada orang yang salah, karena mas itu ikut bersenandung. Dan ternyata mas itu juga tak tahu lagu itu. Lalu mas restorasi bertanya kepada mas gitar, "judule lagu iki opo yo mas ?". Mas gitar menggeleng, yang berarti dia juga tak tahu. Aku cuma bisa menggelengkan kepala yang berarti heran.
Aku dapat menemukan jawaban judul, lirik lagu serta mp3 lagu itu dalam dunia google. Lagu itu dalam aliran koplo dangdut yang dilantunkan oleh Yuni Ayunda. Hehehe





ternyata begitu berat
jalankan segala perintah-Mu
begitu banyak rintangan
tuk menghadapkan wajah ke hadirat-Mu Tuhan
*courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
indahnya dunia ini
membuat aku terlena
bekerja dan terus bekerja
tak kenal waktu dan tak kenal lelah

gema adzan subuh kami lelap tertidur
gema adzan dhuhur kami sibuk bekerja
gema adzan ashar kami luluh di dunia
Tuhan pantaskah surga untukku

gema adzan maghrib kami di perjalanan
gema adzan isya’ lelah tubuhku Tuhan
aku yang sombong dan aku yang lalai
enggan bersujud padamu Tuhan

indahnya dunia ini
membuat aku terlena
bekerja dan terus bekerja
tak kenal waktu dan tak kenal lelah

gema adzan subuh kami lelap tertidur
gema adzan dhuhur kami sibuk bekerja
gema adzan ashar kami luluh di dunia
Tuhan pantaskah surga untukku

gema adzan maghrib kami di perjalanan
gema adzan isya’ lelah tubuhku Tuhan
aku yang sombong dan aku yang lalai
enggan bersujud padamu Tuhan

indahnya dunia ini
membuat aku terlena
bekerja dan terus bekerja
tak kenal waktu dan tak kenal lelah

gema adzan subuh kami lelap tertidur
gema adzan dhuhur kami sibuk bekerja
gema adzan ashar kami luluh di dunia
Tuhan pantaskah surga untukku

gema adzan maghrib kami di perjalanan
gema adzan isya’ lelah tubuhku Tuhan
aku yang sombong dan aku yang lalai
enggan bersujud padamu Tuhan

indahnya dunia ini
membuat aku terlena
bekerja dan terus bekerja
tak kenal waktu dan tak kenal lelah

gema adzan subuh kami lelap tertidur
gema adzan dhuhur kami sibuk bekerja
gema adzan ashar kami luluh di dunia
Tuhan pantaskah surga untukku

gema adzan maghrib kami di perjalanan
gema adzan isya’ lelah tubuhku Tuhan
tak ada waktu membaca firman-Mu
dan tak ada waktu bersujud pada-Mu

begitu besar kasih dan sayang-Mu
begitu banyak rahmat dan karunia-Mu
aku yang sombong dan aku yang lalai
enggan bersujud padamu Tuhan


Source: http://liriklaguindonesia.net/yuni-ayunda-pengakuan-ngamen.htm#ixzz1n4yczns0


Lagu ini membuatku bersenandung setelah sebait aku mendengarkannya, karena lagu ini begitu friendly. Namun, isi dari lagu itu menghujam dadaku. Aku memang tak suka kepada mereka yang jauh dari Tuhannya. Tapi aku juga tahu, tak sepenuhnya mereka salah. Sebagian kesalahan itu terletak pada kita, karena kita. Kita yang tak peduli semua tentang mereka, kita yang selalu memunculkan stratifikasi maupun diferensiasi dalam lingkungan, tentang kita yang hanya mempunyai satu perspektif saja, karena kita yang egois, padahal Dia Yang Maha Sempurna memeluk kita bahkan ketika kita benar-benar kotor dan tak ada yang mau mendekati kita. Dia tinggal dalam hati kita dan tak pernah meninggalkan kita, pun ketika kita meninggalkannya.


Wahai saudaraku, tetaplah menjadi bagian dari lagu-lagu yang syarat akan makna kehidupan
Wahai pengamen, teruslah berkarya dengan sebenar-benarnya dunia dengan kejujuran
Wahai seniman jalanan, berjuanglah mengalahkan kekejaman dunia agar kau tak terkucilkan
Wahai Orang Indonesia, bersemangatlah karena jika kau lemah, kau akan terabaikan
Kita sama, sama sama sepersusuan dengan ibu pertiwi

Selasa, 14 Februari 2012

Menunggumu

Menikah. Satu kata yang membuat orang yang belum melakukannya tersipu malu (salah satunya aku). Entahlah, mengapa kata itu begitu hebatnya hingga membuat angan yang indah di dalamnya. Manusia mana yang tak ingin menikah ? Semua orang ingin menikah, ingin mencari pendamping hidupnya hingga menutup mata dan berlanjut dalam kehidupan akhirat yang abadi. Menikah akan sangat kengkap jika dilakukan dengan orang yang kita cintai dan mencintai kita. Namun, kita hanya manusia biasa yang menganggap orang yang kita cintai adalah jodoh kita sehingga kita ingin menjalin ikatan yang suci hanya dengannya. Tapi tidak dengan takdir yang Allah gariskan untuk kita. Allah jauh lebih tahu dari siapapun tentang jodoh kita, belum tentu jodoh kita adalah orang yang kita cintai, atau orang yang mencintai kita, atau orang yang selalu ada untuk kita. Jodoh kita adalah yang terbaik untuk kita. Mungkin dia adalah sosok asing yang belum pernah kita temui sebelumnya, atau mungkin orang yang biasanya kita caci maki saat berhadapan dengannya, atau mungkin orang yang selalu membuat kita tidak nyaman ketika kita berada di dekatnya. Namun percayalah, bahwa jodohmu adalah dia yang Allah takdirkan untuk hidup bersamamu. Karena kita, wahai kaum hawa, merupakan tulang rusuk kiri dari jodoh kita. Dan hanya dengannya kita menyatu, hanya padaNya kita kembali. Yang pasti harus kita tahu, bahwa tulang rusuk tak akan pernah tertukar. Jodoh kita adalah cerminan diri kita. Ingatkah kita wahai saudara, tentang isi dari surah An-Nur ayat 26 ?
Bunyinya sebagai berikut : اَلْخـَبِيـْثــاَتُ لِلْخَبِيْثـِيْنَ وَ اْلخَبِيْثُــوْنَ لِلْخَبِيْثاَتِ وَ الطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَ الطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبَاتِ
Artinya : “ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

Jadi, jika kita menginginkan pasangan yang baik untuk kita, maka kita harus menjadi orang yang baik terlebih dahulu. Jika kita baik, InsyaAllah jodoh kita juga akan baik. Namun jika kita buruk, maka InsyaAllah jodoh kita juga akan buruk. Naudzubillah...
Semoga kita selalu diberi kemudahan oleh Allah SWT untuk senantiasa berbuat kebaikan dan menjauhi keburukan. Aamiin...
Kita tak perlu ragu dalam melangkah, karena Allah selalu memberikan yang terbaik bagi kita, sesuai dengan kemampuan kita. 

Tak perlu kita mencari dimana jodoh kita berada, karena Allah pasti akan mempertemukan kita disaat yang tepat dengannya. Yang harus kita lakukan sekarang adalah menunggunya. Menunggunya dengan mengisi kebaikan di dalamnya. Sebagai bekal ketika kita sudah dipertemukan dengan pasangan tulang rusuk kita dalam ikatan yang suci dan halal. Mari kita mengumpulkan sebanyak-banyaknya bekal untuk menyambutnya, untuk menciptakan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rohmah. Untuk generasi penerus kita juga.
Mungkin terlalu dini untuk membicarakan pernikahan di usiaku yang masih 19tahun. Namun aku tidak menganggapnya tabu, karena aku ingin benar-benar menyambutnya dengan selengkap-lengkapnya diriku. Aku akan dan sudah berencana, belajar dan berusaha untuk menjadi calon istri dan calon ibu yang baik bagi masa depanku kelak. Karena dia sangat spesial bagiku, dan aku akan memberikan yang spesial pula untuk calon pemimpinku :)
Dan malam ini aku merindukannya. Merindukannya untuk menjadi imamku saat melakukan sholat berjama'ah. Merindukannya ketika dia pulang bekerja dan aku menyambutnya dengan suka cita. Merindukannya ketika dia menasihatiku agar aku bisa lebih baik lagi. Merindukannya, ketika aku mengingat hal-hal yang indah dan aku ingin melakukannya dengannya. Dengan rindu di ujung waktu hari ini aku hanya bisa memelukmu lewat doa.

Kakak,
Dimanapun kakak berada, semoga Allah selalu melindungimu
Semoga hari ini kakak bisa beristirahat dengan nyenyaknya
Dan sambutlah esok dengan rasa syukur
Semoga esok akan lebih baik dari pada hari ini
Kakak,
Lebih kuatkan iman, islam dan insanmu
Jangan biarkan syaitan memperdayamu
Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan hidayaNya padamu
Kakak,
Jangan khawatirakan adek, bersibuklah dengan Tuhanmu
Bersibuklah dengan duniamu untuk bertemu denganku
Senyumlah, karena senyummu adalah senyummu nanti
Kakak,
Adek banyak berharap padamu
Namun adek tahu, kakak adalah cerminanku
Jadi adek juga akan selalu berusaha menjadi yang terbaik
Kakak,
Perlu kau tahu bahwa adek merindukanmu
Adek berharap kakak yang akan menjadi jodohku di dunia dan di syurga abadi
Aamiin
Barokallahu fik...

Dengan menutupnya ahir waktu hari ini, terngiang lagu Edcoustic - Nantikanku di Batas Waktu dalam benakku dengan segala isinya yang aku harap bisa seperti itu :D
Aku menunggumu kak...

Dikedalaman hatiku tersembunyi harapan yang suci
Tak perlu engkau menyangsikan
Lewat kesalihanmu yang terukir menghiasi dirimu
Tak perlu dengan kata-kata

Sungguh walau kukelu tuk mengungkapkan perasaanku
Namun penantianmu pada diriku jangan salahkan

Reff :
Kalau memang kau pilihkan aku
Tunggu sampai aku datang nanti
Kubawa kau pergi kesyurga abadi

Kini belumlah saatnya aku membalas cintamu
Nantikanku dibatas waktu

Sabtu, 11 Februari 2012

Tiada Duka yang Abadi dan Lauh Mahfudz


Opick - Tiada Duka Yang Abadi


Tiada duka yang abadi didunia
Tiada sepi merantaimu selamanya
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani


Tangis dan tawa nyanyian yang mengiring
Hati yang rindukan cinta dijalan-Mu
Namun ku percaya hati meyakini
Semua akan indah pada akhirnya
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Waktu berputar rebulan dan matahari
Bunga yang mekar akan layu akan mati
Malam ‘kan berakhir, hari ‘kan berganti
Takdir hidup ‘kan dijalani
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Andai bisa ku mengulang
Waktu hilang dan terbuang
Andai bisa perbaiki segala yang terjadi
Tapi waktu tak berhenti
Tapi detik tak kembali
Harap ampunkan hamba-Mu ini
Harap ampunkan hamba-Mu ini

Source: http://liriklaguindonesia.net/opick-tiada-duka-yang-abadi.htm#ixzz1m9OEzoDm





Lagu ini benar-benar wahh menurutku, membuat hatiku damai, membuatku lebih bersyukur, bertaubat, dan aku mendapatkan energi dalam setiap liriknya.
Hidup memang tak selalu indah, karena keindahan itu bisa berawal dari suatu keburukan, dan kejelekan berawal dari kebaikan. Benar kata bang Opick, bahwa tiada duka yang abadi. Duka yang kita miliki bisa saja merupakan jalan menuju bahagia. Duka tak akan abadi, karena kita sendiri yang akan mengubah duka itu menjadi indah. Bolehlah kita menangis dan ada kalanya kita terpuruk, namun kita harus bangkit untuk memulai sesuatu yang membuat kita bahagia. Salah satunya adalah ikhlas meski dalam keadaan duka, bersabar meski dalam tangis. Jangan pernah berharap banyak dari orang-orang di sekitarmu, karena yang dapat mengubah hidupmu adalah kamu dan Allah SWT. Berharaplah sebanyak-banyaknya harapan kepadaNya. Karena Dia tidak akan meminta balasan darimu, Dia tak pernah pamrih, Dia Yang selalu ada saat orang-orang disekitarmu tak ada, Dia Yang selalu ada meski kamu tak menganggapNya ada. Astagfirullah...


Tak ada yang mustahil terjadi. Allah telah menuliskan semua yang terjadi dari zaman A hingga zaman Z, yaitu dari permulaan zaman hingga ahir zaman dalam Lauh Mahfuz atau bisa juga disebut Induk Kitab (أم الكتاب, Ummu al-Kitab). Allah bisa mengubah isi dari luh mahfuz sesuai yang Allah mau. 
Lauh Mahfuz bisa juga disebut Kitab yang Terpelihara (كِتَابٍ مَّكْنُونٍ , Kitabbim Maknuun) atau Kitab yang Nyata (كِتَابٍ مُّبِينٍ , Kitabbim Mubiin). Setiap takdir manusia sudah ada dalam luh mahfuz, jika memang kita bersalah, segeralah kita bertaubat. Apapun bisa terjadi sesuai kehendaknya :')
Mungkin waktu bisa menghilang dan tak pernah terulang, namun Allah selalu membuka pintu maaf lebar-lebar. Lalu mari gunakan waktu yang tersisa untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita dan menciptakan kebaikan-kebaikan yang lain.

Allahu Akbar...

Racun Anak-Anak

Semalam, aku download lagu-lagu anak yang sudah mulai terlupakan dan dilupakan. Entah apa yang sebenarnya membuat aku ingin mendownload lagu-lagu anak, tapi setelah aku mendownload beberapa lagu, aku baru sadar bahwa memang manfaatnya. Betapa tidak, jaman sekarang ini, dunia anak-anak sudah dicemari oleh dunia remaja-dewasa-orang tua. Padahal seharusnya, apapun yang mereka kerjakan adalah tentang anak-anak. Salah satu hal yang meracuni pikiran anak-anak lewat panca inderanya langsung, dengan melihat dan mendengar, dengan cepat mereka akan menirunya tanpa pertimbangan. Mereka akan mencoba-coba sesuatu hal baru yang membuat mereka penasaran ataupun mereka anggap menarik. Lagu salah satunya. Pernahkah mendengar anak-anak dalam usia perkembangan menyanyikan lagu girl band yang sekarang ini lagi ngetrend ? Wahh pasti ini populer sekali, banyak kita jumpai anak-anak bisa melantunkan lagu itu bahkan dengan gaya khas sang girl band. Aku bandingkan dengan masa kecilku, ternyata globalisasi banyak membawa perubahan bagi Negaraku tercinta dan seisinya. Dulu, lagu-lagu anak selalu jadi lagu wajib bagi anak-anak. Namun sekarang, jika bukan dari sekolah atau dari orang tua anak, lagu-lagu anak akan terasa asing karena lagu-lagu itu tak banyak diperdengarkan oleh media massa, dalam bentuk apapun itu. Betapa nelangsanya, pikiran anak-anak yang seharusnya hanya bermain, sekarang diselingi untuk memikirkan hal-hal orang dewasa. Contohnya saja pacaran. Wajarkah anak umur 3-5 tahun berbicara tentang pacaran ? Tapi itu kenyataan dalam lingkungan. Bolehlah usia mereka dini, tapi pemikiran mereka tidak dini. Ini sangat berbahaya dalam pembentukan kepribadiannya untuk kedepannya. Bukankah lebih baik menikmati buah yang sudah masak dalam pohonnya dari pada menikmati buah yang sengaja dipetik lagu diberi karbit ? Buah itu akan sama-sama akan dimakan, namun rasa yang membedakan. Tapi buah yang saya maksudkan disini bersifat subjektif saja. Seperti itu lah perumpamaan yang terlintas dalam pikiran saya untuk perbandingan anak-anak.


Marilah kita budayakan apa yang seharusnya kita budayakan, agar karakteristik dalam Negara kita tidak memudar atau bahkan menghilang. Agar kita dan generasi muda tak kehilangan jati diri bangsa kita. Agar generasi muda kita menjadi generasi yang berkarakter. Agar kita tak mudah dibodohi oleh siapapun. Agar kita tak kehilangan apa yang seharusnya kita miliki namun terancam termiliki oleh orang lain atau bahkan Negara lain.
Anak dalam usia perkembangan sangat membutuhkan peranan orang tua yang berfungsi untuk mendidik, membimbing, memberikan contoh yang baik, memberikan kasih sayang, dan memenuhi semua kebutuhan anak. Tidak semua orang tua tahu apa yang seharusnya mereka lakukan untuk anak-anak mereka. Tidak semua orang tua tanggap pentingnya disiplin dan sopan santun. Waktu bersama adalah hal yang sangat berharga bagi orang tua dan anak dalam proses perkembangan hingga dia meninggal nantinya.
Lagu anak harus dilestarikan dan dijadikan konsumsi wajib tiap harinya. mari kita dendangkan lagu anak yang berjudul dua mata saya. Masih ingat kah ?


Dua mata saya
Hidung saya satu
Dua kaki saya
Pakai sepatu baru
Dua telinga saya
Yang kiri dan kanan
Satu mulut saya
Tidak berhenti makan

Bait lagu yang sederhana namun serat dunia anak-anak sangat kuat. Ini yang seharusnya mereka lantunkan, bukan lagu yang liriknya dibawah ini.
bibirmu sexy itu terbukti
dari caramu cium pipiku
bibirmu sexy itu terbukti
dari caramu sebut namaku



Lagu yang sangat khas anak-anak yang satu ini adalah kasih ibu. Mungkin semua anak kecil tahu lagu ini, tapi lagu ini tergantikan dengan lagu remaja yang tidak seharusnya. Mari kita perdengarkan lagu kasih ibu.

Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia

Lagu kasih ibu bahkan tersaingin oleh lagu girl band yang liriknya sebagai berikut :
Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu


Seperti itulah lagu-lagu remaja hingga dewasa mencemari lagu anak-anak. Jangan biarkan mereka tua sebelum usia mereka tua. Jangan biarkan mereka dewasa, padahal mereka masih anak-anak.
Salam semangat :D