Jumat, 21 Desember 2012

Kemarin dan Mungkin


Mungkin ada sesuatu yang tak terkendali dalam diri ini
Mungkin ada rasa kehilangan yang takut untuk dirasakan
Mungkin ada ketakutan yang menenggelamkan kenyataan
Mungkin sosok ini hanya tubuh yang tak berperasaan
Mungkin…
Dulu, aku mencintai mimpi dan membuat kenyataan menjadi seperti mimpi
Tapi sekarang diri ini tak takut dan ingin menjadikan mimpi menjadi nyata
Jika memang bersama membuat luka, maka ijinkan dua hati ini saling merelakan
Saling memberi, mendukung dan berdoa lewat sayup-sayup rindu
Jika memang bersama tak bahagia, maka jemputlah bahagia kita
Jangan biarkan kita hidup dalam suasana tidak wajar yang menampar perasaan
Maaf, telah menjadi lebih tak berguna dari kerikil kecil dalam tumpukan beras
Yang akan dibuang dan tidak akan diharapkan oleh siapapun karena kehadiran beras
Mungkin setelah dibuang itu, ada orang yang memungut kerikil ini
Menjadikannya sebagai bahan untuk membuat rumah yang kokoh dan hangat
Mungkin ketika itu datang, diriku akan berbeda, akan keras dan menyatu dengan semen
Dan kau yang akan luluh bersama air dan beras yang lain

Ingatkah engkau sayang, ketika diriku mengatakan kematian?
Membanyangkannya saja sekan membuatmu terluka
Kau janji untuk datang dan berdoa untuk jasad diri ini
Ingatkah engkau sayang, kita ingin menjodohkan anak-anak kita nanti?
Kita selalu berbicara tentang khayalan, sesekali bersama deburan ombak
Juga bersama hujan kita melangkah merencanakan masa depan bersama
Masihkah engkau sama seperti dahulu?
Saat diriku tertidur dan engkau dengan sigap menjagaku agar diriku tidak terjatuh?
Masihkan engkau sama seperti dahulu?
Selalu berkorban demi diriku yang tidak bisa memberi banyak sepertimu memberi ketulusan?
Masihkan engkau sama seperti dahulu?
Yang akan menangis manja dipelukku ketika engkau menghadapi suatu masalah?
Kebersamaan telah luntur karena ketidakberdayaan
Juga bersama angin yang membuat kita beku
Jika kau merasa kosong, lihatlah awan
Entah saat berwarna biru, abu-abu ataupun hitam
Rentangkan kedua tanganmu, dan terpejamlah, jemput doa-doa dan kerinduanku
Hanya itu yang bisa diri ini lakukan, untukmu sahabatku…
Terimakasih untuk segala pengorbanan, ketulusan dan kepedulianmu…


Teruntuk engkau, sahabat yang ku rindu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar